Jumat, 21 April 2017

Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini 2017

" Habis Gelap Terbitlah terang "
Itulah satu judul buku yang dikarang oleh Ibu R.A Kartini. Judul yang singkat, sederhana tetapi sangat sarat artinya.
Jaman kolonial, jaman kemerdekaan atau sampai saat jaman milenium ini, bisa saja terjadi konstruksi pemahaman yang salah terhadap kesamaan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan. Banyak variabel yang mempengaruhi degradasi atau pengucilan perempuan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Beberapa faktor tersebut antara lain dari faktor agama (dari dulu semua agama di dunia)... bahwa pemimpin agama adalah kaum laki laki. Kemudian faktor budaya yang mengutamakan anak laki-laki sebagai pemimpin, apalagi yang menganut garis keturunan marga laki laki, misalnya di adat suku Batak, dan lain sebagainya.
Hali inilah yang mempengaruhi terhambatnya peran perempuan di banding laki-laki yang saat ini sangat terasa, misalnya mencari kuota 30 persen yang telah diamanatkan oleh Undang Undang dalam keanggotaan legislatif atau DPR, sangat sulit untuk dipenuhi.
Dalam suatu keluarga, bisa jadi keluarga yang sudah modern atau maju dan berpendidikan, atau keluarga yang sederhana, pengutamaan kepada anak laki laki untuk menuntut ilmu setinggi tingginya masih dirasakan dan masih ada. Anak perempuan walaupun sudah di beri kebebasan untuk melanjutkan pendidikan sampai strata tiga atau program doktor, tetapi masih kalah dibanding support kepada saudaranya laki-laki. para orang tua sadar atau tidak sadar masih menyisakan gambaran perempuan yang cukup hidup sebagai pendamping suami atau navigator dari satu kenderaan. Para anak perempuan di arahkan untuk pekerjaan domestik, cukup bekerja di lingkungan dapur, sumur dan kasur, dan hal ini sangat lumrah terjadi. Dalam dunia nyata ada lagi kejadian bahwa seorang laki-laki yang bertemu dengan seorang wanita karier, kemudian berkeluarga lalu menyuruh istrinya berhenti bekerja, padahal si suami sendiri tidak mampu membiayai kehidupan sosial ekonomi keluarga tersebut, tetapi dengan gengsi yang berlebihan ditutupi dengan alasan menjaga anak anak supaya terurus, maka sang istri yang bekerja tadi di paksa untuk berhenti dari pekerjaan nya. ini suatu ironi yang sangat menyedihkan.
Kegelapan yang dirasakan oleh R.A. Kartini pada masa lalu dan kartini-kartini pada saat ini harus di lawan dan para kartini kartini saat ini harus masuk ke alam yang terang. Perbedaan laki-laki dan perempuan hanya terdapat pada masalah kodrat yaitu perempuan kodratnya melahirkan, menstruasi, menyusui. Sementara laki-laki dikodratkan untuk membuahi dan kodrat laki-laki lainnya. Karier dan predikat kehidupan lainnya yang dibuat oleh manusia sama antara laki-laki dan perempuan, sehingga kesadaran akan kodrat ini tidak menghilangkan peran perempuan di dunia karier.
Saat ini pekerjaan domestik atau rumah tangga misalnya : memasak, mencuci, menyapu, menyetrik dan membersihkan rumah sudah banyak dilakukan oleh laki-laki. Kita bisa melihat para chief atau ahli masak sudah didominasi oleh laki-laki dan mencuci sudah didominasi mesin cuci.
Jadi tidak ada lagi alasan perempuan tetap masuk wilayah degradasi atau terzolimi di tengah tengah masyarakat. Perempuan juga harus pintar dan bersekolah setinggi tingginya, karena jika ibu pintar, maka akan berdampak langsung kepada si anak yang akan termotovasi menjadi pintar karena sang ibu lah yang paling banyak berinteraksi dengan anak anak. Bayangkan jika sang ibu ditanya anak-anaknya dengan pertanyaan sederhana 15 dibagi 3, kemudian dijawab sang ibu dengan tidak tahu atau dijawab tanya sama Bapakmu, kan berabe. Itu akan membawa pengaruh negatif secara bawah alam sadar kepada si anak.
Jadi kepada para perempuan Indonesia... majulah terus, tuntutlah ilmu setinggi tingginya. Berkarirlah setinggi tingginya. Bermimpilah untuk menjadi orang nomor satu, menjadi pemimpin di Republik Indonesia ini. Ini sudah pernah terjadi yaitu ibu Presiden RI Ke Lima, yaitu Ibu Megawati Sukarno Putri dan para menteri di kabinet Bapak Jokowi saat ini.
Para perempuan jangan hanya memposisikan menjadi lapis kedua atau cadangan dalam hal apapun. Aturan dan undang-undang yang ada umumnya menjauhkan diskriminasi, kalaupun masih ada di beberapa aturan... tugas perempuan lah yang mendobrak dan merubah aturan itu bersama laki laki agar bangsa ini menjadi bangsa yang besar di mata dunia.
Jangan sia-siakan perjuangan ibu R.A Kartini.
Doa saya buat para perempuan Indonesia.

Kamis, 20 April 2017

Kejujuran hati seorang anak kecil.

Aku mau bercerita...
Mungkin ada yang mirip cerita ini dengan kejadian nyata, namun itu merupakan ketepatan saja...
Sore itu ... Putra .. seorang pelajar SD kelas lima pulang ke rumah dengan wajah sedih dan mengadu ke ibunya, sang ibupun mendapatkan putranya yang disayangi, dan langsung dipeluk dengan kasih sayang.
Sang ibu dengan mata bijaksana bertanya...
Ibu : "... Ada apa le... kamu kelihatan sedih banget... ada masalah yah.."
Putra : " ..Sambil terbata bata dan sedikit berurai air mata berkata.." Ibu.... Ibu kan tau... kami sedang melakukan ujian ...
Ibu :" ... yah.. Ibu tau nak... emang ada apa ...dengan ujian kamu ?"
Putra : "... tadi di kelas... teman teman pada nyontek dan bekerjasama dan guru pengawas pura-pura tidak tahu loh bu..."
Ibu : ...." Terus.. kamu ikut nyontek...?"
Putra : ..." Tidak ibu... aku ingat nasehat Ibu dan Bapak untuk selalu jujur dimana saja dan kapan saja ..." jawab putra dengan suara bergetar...
Ibu : ...." Yah sudah... bagus... kamu pertahankan kejujuran kamu itu....
Putra : " Tapi ibu.... aku takut aku tidak jadi juara tahun ini...."
Ibu : "... Yah udah... kita lihat saja nanti yah anakku... kamu jangan takut... sang ibu berusaha menenangkan hati Putra ...anak lanang semata wayangnya.
Beberapa hari kemudian... tibalah pengumuman juara di sekolah tersebut..., dan biasanya Putra Rangking satu umum... sekarang turun menjadi rangking dua di kelas.
Ia menerima piagam sebagai juara dua dengan hati yang risau.. dan dengan wajah tertunduk... dia melihat teman yang selama ini tidak pernah juara, menjadi juara satu umum.
Dengan hati galau... Putra pulang ke rumah dan dengan berurai air mata mengadu lagi kepada ibunya.
Putra : " Ibu... aku turun peringkat, aku tidak lagi menjadi juara satu umum seperti biasanya..." suara putra pecah menangis di pelukan ibunya.. "
Ibu : ' Sambil mengelus rambut putranya dan memeluk dengan kasih sayang... berkata ...Anakku.... kamu sudah menunjukkan kualitas dirimu... kamu bisa mempertahankan kejujuran mu... itulah yang terutama yang membanggakan hati ibu dan Bapak mu. Teruslah menjadi putra yang jujur, baik dan bijaksana, suatu saat kejujuranmu itu akan berbuah dalam kehidupanmu dan kamu akan ditiru oleh semua orang di sekitarmu. "
"Usaplah air matamu anakku, penghargaan juara satu umum itu bukan lah segala-galanya buat ibu dan Bapakmu. Itu hanya tambahan atau bonus bagi kami orang tuamu. yang Ibu dan Bapak utamakan adalah kamu anakku yang seutuhnya, yang jujur dan mampu mempertahankan kejujuran itu, tanpa mau ikut ikutan dengan orang lain yang berbuat curang.
Sang Ibu tersenyum bangga dan haru melihat anak atau putra semata wayangnya itu.
Putra : " Yah.. ibu... terimakasih,, sudah menguatkan hatiku... doakan aku terus ibu.. agar aku tetap menjaga kejujuran ku ini. suara Putra sudah mulai semangat.
Note.
Hidup bukan hanya berbicara tentang hasil. Hidup juga berbicara dengan proses. Jujur adalah mata uang yang tidak ternilai harganya. Kejujuran akan berbuah pada kepercayaan. Kepercayaan itu adalah pundasi atau dasar dari sebuah persahabatan dan kepercayaan itulah yang membuat seseorang nyaman dan produktif di dalam hidupnya.
Mari menjadikan kejujuran dalam setiap nafas dan perilaku kita.

Siluet kehidupan yang Paradoks

Aku lagi membayangkan siluet kehidupan yang paradoks.
Aku punya teman akrab.. bisa dikatakan begitu, bisa teman sekolah, kuliah atau teman sosial lainya.
kemudian... di episode dunia maya dan dunia nyata... teman ini terkadang kelepasan atau memang setuju tulisan tulisan mengkafirkan orang lain. Kemudian teman itu juga setuju jangan memilih pemimpin yang bukan seagama. Dan juga teman itu kadang lupa menshare di Japri atau grup medsos tentang kafir dan kafirun yang saya tahu pasti.... dia sendiri tidak tahu apa artinya kafir.
Kadang sebagai bahan perenungan... tentang filsafat jari tangan... jika saat kita menunjuk satu jari ke arah orang lain sambil berucap atau membatin..." kamu kafir "..., maka ingatlah... bahwa empat jari yang lain menunjuk anda sambil mengatakan " saya kafir ".
Sangat sederhana filsafat jari ini.
Kemudian saya merenung lagi semakin mendalam, andai nilai nila sempit atau primordial ini dianut teman tadi dan orang orang lain... maka saya bertanya ... " Lah... kalau begitu kapan giliran saya bisa menjadi Presiden NKRI ?"
Beberapa filsuf menyatakan : bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan jasa para pahlawannya.
Kita bangsa yang besar... betul !
17.000 Pulau, ratusan suku bangsa, puluhan agama dan kepercayaan, warna kulit yang berbeda...., untuk itu jangan kita lupakan para pendiri bangsa ini yang sangat berbeda beda, baik suku, agama, ras dan golongan. Tetapi sejarah sudah mencatat bahwa nenek, kakek moyang kita sudah membuat fundasi kokoh persatuan dan kesatuan kita, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal ika, NKRI dan UUD 1945.
Presiden Sukarno dari Blitar, Jawa Timur.
Wakil Presiden Mohammad Hatta dari Padang, Sumatera Barat.
Menteri TD Pardede dari TAPANULI , Sumatera Utara.
J.A. Leimena, Menteri dari Ambon
Dan banyak lagi pahlawan nasional melawan penjajah, baik itu bersifat kedaerahan, mis Cut Nyak dhien dari Aceh, Raja Sisingamangaraja Dari Tapanuli, Sumatera Utara, Pangeran Imam Bonjol, dari Sumatera Barat, Pattimura dari Maluku, Diponegoro dari Jawa Tengah, dan lain sebagainya.
Para pahlawan Revolusi, Mulai Gatot Subroto, Ahamad YANI, DI Panjaitan, dan lain sebagainya...
Ini semua para pahlawan yang harus kita ingat, yang sudah rela berkorban, keringat, darah dan air mata sampai nyawa mereka korbankan untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Untuk itu, jangan pernah ingin menggantikan NKRI menjadi NKRI syariah, Menggantikan Burung Garuda menjadi burung onta, menggantikan gugusan nusantara menjadi gugusan anta berantah dan ideologi ideologi sesat lainnya yang semua ingin menghancurkan negara dan bangsa Indonesia ini.
Kemudian saya merenung lagi.... apakah sebanding nilai dari segelintir manusia manusia jalanan yang mau mengobrak abrik NKRI ini dibanding 250 juta lebih rakyat Indonesia yang ingin damai, sejahtera, adil dan makmur ?
Saya mendapat jawaban... tidak sebanding !
Maka dalam renungan aku selanjutnya... andalkan Tuhan yang maha esa, Tuhan yang maha benar dan maha baik untuk tetap memberi hikmad kebijaksanaan kepada para pemimpin dan rakyat Indonesia, bahwasannya kita semua berharga dan sangat menghargai kebhinekaan tunggal ika yang dirajut sebagai mata rantai yang kokoh demi persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.
Jaga NKRI sepanjang masa.

Lampu sein atau lampu tanda berbelok atau berhenti.

Kebiasaan tidak menghidupkan lampu tanda berbelok atau sein.
Menurut pengamatan saya selama ini, pengemudi roda empat dan roda dua atau roda yang lain, jika akan berbelok atau akan berhenti sering lupa atau tidak menghidupkan lampu tangan, atau lampu tanda berbelok atau lampu tanda menepi atau lampu sein.
Hampir 90 persen yang tidak menghidupkan lampu tangan atau sein ini, baik itu pengemudi roda dua, empat dan pengemudi ranmor lainnya.
Mengapa hal ini terjadi ?
Beberapa kemungkinan :
1. Tidak tahu manfaat lampu tangan, lampu tanda berbelok atau menepi atau lampu sein.
2. Lupa.
3. Tidak mau tahu atau ingat tapi tidak melakukan karena menganggap remeh dan tidak ada gunanya menghidupkan lampu sein atau lampu tanda berbelok atau menepi.
4.dan alasan alasan lainnya.
Perlu diingat, kecelakaan terjadi biasanya karena lalai pada hal hal kecil dan sederhana.

Suam suam Kuku

Selamat pagi saudaraku semua di dunia maya dan dunia nyata, semoga kasih damai sejahtera dari surga melingkupi hati dan pikiran kita semua. Amin.
Kadang dalam hidup ini, kita berbuat setengah hati, suam suam kuku. Kita menyatakanberiman dan percaya pada Tuhan Allah, namun disisi lain Tuhan menuntut dari manusia agar jangan mendua dalam iman dan kepercayaan nya.
Hal kecil kita sudah menduakan Tuhan Allah adalah masih percaya pada hal hal tahyul dan tidak masuk diakal, mirip kepercayaan aninisme, dynamisme atau synkritisme.
Contoh : Ada yang masih percaya kalau menanam pohon cabai atau cabe di depan rumahnya, maka panaslah rumah tangga itu (sering cekcok) karena pengaruh cabe yang pedas ( HAdeeeeeee..... hari gene...?/?) dan kemudian ada juga yang masih percaya kalau menanam pohon pepaya atau pohon pepaya tumbuh sendiri di depan rumah, maka rumah tangga itu juga akan payah, seperti nama pohon pepaya.
Atau ada kepercayaan mencari kesembuhan dari supra natural yang mencampur adukkan pengobatan herbal dengan pengobatan dukun yang tidak masuk diakal (ada syarat dan doa serta peralatan sesembahan).
Atau ada juga yang meminta kekuatan dan pelet supaya orang suka dan tunduk kepadanya.
Ini semua hal hal sepele dan sangat sederhana, sering luput dari perhatian kita umat manusia, bahwa semua itu sudah masuk pada perbuatan menduakan Tuhan (musyrik). Tuhan Yesus sangat tidak suka perbuatan seperti ini. Bila ya katakan ya, bila tidak katakan tidak, jika anda ragu ragu atau suam suam kuku, maka akan dimuntahkan.!
Kita semua pasti pernah melakukan kesalahan dan kekhilafan atau kita semua adalah pendosa, maka solusi terbaik adalah bertobat. Titah pertama dari Sepuluh perintah Tuhan adalah : "Akulah Tuhan Allahmu, jangan ada illah lain selain Aku."
Titah yang pertama yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan Tuhannya (Vertikal), sehingga titah ini wajib diingat dan dilaksanakan sebagai hukum yang pertama dan terkait dengan hukum yang berikutnya sehingga semua hukum Tuhan wajib kita laksanakan dengan sebenar-benarnya.
Tuhan beserta kita. amin.

Kilas balik kehidupan...

Kilas balik kehidupan...

Tahun 1996 / 1997..., hari bersejarah untukku, kutapaki kota Magelang yang indah sejuk. Lembah tidar yang anggun menjadi sarapan sehari hari untuk menempah mental, fisik jiwa dan ragaku menjadi seorang prajurit Bhayangkara yang memilki jiwa Bhayangkara sejati yaitu Tri Brata Dan Catur Pancasila.
Bumi tidar yang menempah setiap sosok prajurit agar menjadi tangguh, sportif dan tidak menyelewengkan Pancasila dan UUUD 1945 untuk hanya mendapatkan kekuasaan. Kami ditempah untuk menjadi pengawal NKRI, PANCASILA, BHINEKA TUNGGAL IKA DAN UUD 1945. Tidak ada kata ragu-ragu. semua bertekad bulat untuk tampil terdepan dan bersatu mengikat harkat dan martabat diri dan siap mengorbankan apa saja, baik darah, air mata jiwa dan raga.
Itulah sumpah prajurit yang sampai saat ini hidup dan menaungi jiwa dan ragaku. Aku bersyukur masih banyak dan teramat banyak serta hidup di hati rakyat Indonesia, bahwa Pancasila harus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari dengan sikap sikap menghargai perbedaan, sikap kita semua bersaudara, sikap saling menghormati, sikap bergotong royong dan lain sebagainya. Kita harus mengikis sikap mau menang sendiri, menipu orang lain, koruptif, janji janji palsu, pemecah belah untuk menguasai dan sikap sikap menonjolkan primordialisme dan gerakan geraka ideologi sesat lainnya.
Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan. Keadilan sosial yang beradab bukan hanya jargon, harus dinyatakan dalam kebijakan pemerintahan. Kemiskinan bukan komoditas untuk dijual oleh para oportunis yang tertawa di atas penderitaan rakyat miskin yang bisa dibodohkan dengan simbol simbol kedekatan agama, ras, suku dan golongan.
Kemiskinan dan kebodohan harus diberantas dan bukan untuk komoditas jual politik busuk, sehingga tampil seakan akan menjadi robinhood pembela orang miskin, namun sebenarnya adalah sekelompok maling yang dibalut oleh topeng topeng wajah yang mengelabui mata hati rakyat.
Cukup sudah kita di tipu oleh penjajah Belanda dengan politik pecah bela atau devide et impera. Penjajah Belanda berhasil berkuasa di nusantara selama kurang lebih 350 Tahun. hasilnya adalah rakyat Indonesia makin sengsara, makin miskin, makin bodoh.
Penjajah Belanda dan penjajah lain dienyahkan dengan persatuan dan kesatuan kita. Tetapi jangan lagi kemudian timbul penjajah dari bangsa sendiri yang mengadopsi dan mempraktekkan politik pecah belah ini atau devide et impera ini. Kita semua rakyat Indonesia harus waspada dan harus cepat sadar bahwa politik ini bisa sangat kejam, menghalalkan semua cara untuk emndapat kekuasaan oleh orang orang yang ambisius, korup dan tidak benar.
Untuk itu jiwa nasionalis, kerjasama, gotong royong harus kita jaga terus di bawa panji panji Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Pluralisme.
NKRI Harga Mati.

Senin, 06 Februari 2017

Selamat hari minggu...

Selamat hari minggu saudaraku semua... selamat beribadah, semoga hubungan akrab pribadi pribadi dengan Tuhan Yesus semakin akrab dan berbuah dalam perilaku anak-anakNya.
Firman Tuhan diambil dari kitab injil 1 korintus 2, 6-16.
Hikmat dari Allah melampaui kecerdasan dunia ini. Terkadang atau sering kita sangat kagum dengan kecerdasan seseorang, baik itu penemu teknologi, para pakar hukum, pakar emonomi, politik dan lain lain.
Hasil teknologi dan ilmu pengetahuan membuat kita tercengang, misalnya melihat pesawat yg semakin kencang dan sampai ke atariksa, gedung gedung pencakar langit yang semakin tinggi, kereta api yang semakin cepat, obat obatan yg semakin cepat menyembuhan penyakit, dll.
Itu semua hasil kecerdasan manusia, namun itu semua sangat riskan jika jatuh ke tangan orang yang salah, orang yang tidak benar atau orang yg tidak bijaksana.
Teknologi hanya alat untuk mempermudah dan mempernyaman kehidupan manusia. Adalah sangat penting meiliki hikmad bijaksana dari Tuhan Yesus agar hasil teknologi itu tepat sasaran utk kesejateraan manusia bukan malah menjadi bencana.
Alkitab sudah menceritakan bagaimana raja salomo memintta hilmad bijaksana dari Allah untuk meecahkan misteri dua orang ibu yang memperebutkan seorang anak. Kedua ibu sama sama ingin memiliki anak yg hidup padahal salah seorang ibu adalah ibu palsu yang anaknya suda mati dan mengaku ngaku anak ibu yang lain yang masih hidup.
Misteri itu terjawab karena raja Salomo diberi hikmad bijaksana dari Allah dengan cara akan membagi dua anak bayi tadi utk dipotong. Ibu yang palsu yg kasih sayangnya sebatas palsu mengiyakan pembagian dua anak bayi tadi.. tetapi ibu kandung atau asli yang sangat mengasihi anak nya tidao mau dibagi dua... dia sangat sayang kepada anakNya dan dengan rela menyerahkan anaknya dipelihara ibu palsu tadi dari pada ananya mati dibela dua.
Akhirya raja Salomo mengetahui ibu sebenarnya dari jawaban kedua ibu tsbt. Maka diserahkan lah anak bayi itu pada ibu yang sayang yang menyerahkan anaknya pada ibu yg palsu tadi... dan seterusnya ibu palsu mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
Banyak lagi hikmad kebijaksanaan dari Allah yang melampaui pikiran cerdas manusia atau pikiran licik manusia. Ingat Yusuf yang mengartikan mimpi firaun sehingga dia dingkat anak oleh firaun dan menjadi tangan kanan firaun.
Kecerdasan itu perlu namun lebih penting hikmad bijaksana agar arah kehidupan dapat bermanfaat bagi orang lain dan bukan menjadi mudarat bagi sesama.
Tuhan yesus memberkati. Amin.