Selasa, 02 Februari 2010

Menghidupkan lampu 24 jam

Undang-undang No. 22 tahun 2009 pasal 107 ayat 2 menginstruksikan kepada pengendara sepeda motor atau ranmor R2 menghidupkan lampu utama pada siang hari.

Mengapa lampu utama kenderaan roda 2 dihidupkan pada saat pagi sampai sore hari?

Kita mengetahui bahwasannya jumlah kenderaan yang merajai jalanan di setiap pelosok negeri ini adalah sepeda motor. Hampir 70 persen moda transportasi masyarakat Indonesia adalah kenderaan roda 2 atau sepeda motor ini. Bisa dimaklumi karena beberapa alasan, antara lain : daya jangkau umumnya masyarakat Indonesia baru pada tahap sepeda motor, faktor efesiensi untuk mengakali kemacetan lalu lintas di kota-kota yang padat, dan faktor alasan lainnya.

Sebenarnya, kenderaan roda 2 ini tidak direkomendasikan untuk moda transportasi masyarakat Indonesia, karena aspek keselamatan mengendari kenderaan roda 2 ini sangat rendah, misalnya : kalau terjatuh, maka yang lebih dulu terluka adalah si pengendara sendiri, bukan pengendaranya. Secara logika awam, jika seseorang mengendarai mobil atau bus, maka pengendara atau penumpangnya akan terlindungi dari panas terik, hujan dan terlebih, jika terjadi kecelakaan, maka pengendara atau penumpang lebih aman dibanding sepeda motor karebna terlindungi oleh badan atau body mobil tadi.

Namun di sisi lain, walaupun sepeda motor ini tidak direkomendasikan menjadi altrenatif alat transporatai, faktanya, masyarakat banyak memanfaatkan sepeda motor menjadi alat transportasinya. Dengan demikian pemerintah dalam hal ini Polri melaksanakan tugas pokok dan wewenangnya dalam lalu lintas dan angkutan jalan yang berusaha untuk menyelamatkan para pengendara sepeda motor ini, antara lain dengan menghidupkan lampu pada pagi sampai malam hari pada saat berada di jalan raya.

Ada beberapa alasan secara logika, tentang menghidupkan lampu pada pagi sampai sore terutama malam hari, antara lain :

1. Mengoptimalkan semua isyarat yang berupa cahaya atau lampu dari sepeda motor untuk mengisyaratkan kepada pengendara lain, baik dari depan atau adar belakang pengendara roda dua, sehingga dapat mengantispasi atau merespon dengan tepat sesuai dengan etika berlalu lintas yang benar. Dengan melihat lampu sepeda motor yang hidup pada pagi sampai sore hari, maka lebih banyak lagi tanda-tanda keberadaan satu unit sepeda motor di jalan raya.

2. Kita mengetahui, syaraf mansusi lebih cepat merespon tanda atau isyarat berupa cahaya, baik siang terlebih malam hari. Cahaya yang berasal dari lampu sepeda motor secara visual akan diteromas oleh indera penglihatan pengendara yang lain, dan hal ini akan dapat membuat pengendara yang lelihat lampu sepeda motor tadi melakukan antispasi atau respon yang sesua dengan etika berlalu lintas.

3. Dalam ilmu fisik, ada suatu teori tentang pembentukan bayang-bayang sewaktu panas terik dan adanya efek panasnya asapal jalan. Pada waktu panas terik, sepeda motor yang melaju dengan kencang akan dapat membentuk bayangan yang dapat mempengaruhi kejelasan pengendara lain. Agar jangan terjadi kecelakaan alu lintas akibat salah reaksi atau salah trespon dengan mimimnya penglaihatan pengendara terhadap sepeda motor ini, maka isyarat lampu sangat perlu dipotimalkan dan sudah diakomdir dalam undang-undangh nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Ada beberapa pertanyaan yang pernah di tanya pada penulsi oelh bebrapa individu, antara lain : apakah menghdupakn lampu pada pagi sampai sore kemudian malam hari akan mempengaruhi kualitas boal lampu, sehingga akan ceoat putus.

Dengan adanya pertanyaa ini, maka petugas lalu lintas dan polisi umunya dapat emberikan keterangan, bahwa menghidupkan lampu pada saat berada di jalan raya, pagi samapai malam hari tidak akan mempengarhi kualitas ;ampu, cahaya lampu karena proses kelistrikan sepeda motor sudah disusun sedemikian rupa, sehingga tidak akan mempengaruhi lampu tadi.

Mengejar tersangka

Ada peristiwa lucu dan menggelikan sewaktu aku dan temanku melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas di seputar wilayah kota Jambi.


Biasanya, sebelum terjun untuk mengatur arus lalu lintas, Ka unit melakukan breifing lebih dahulu, dengan meminta saran atau pendapat dari para angggota demi kelancaran tugas. Setelah itu, barulah membuat taktik dan teknik gatur lantas serta jeli melihat ranmor yang dicurigai baik roda 4 maupun roda 2. Pelanggaran yang dilakukan pengendara r2 biasanya tidak pakai helm, tidak ada kaca spion, lampu yang diperkecil (dimodifokasi) sehingga mengganggu keselamatan si pemilik kenderaan sendiri dan orang lain. Sementara pengemudi r4 bisanya tidak mengenakan safe belt atau sabuk keselamatan dan pengendara r4 terbuka, mis pick up, sering mengangkut orang padahal ini bertentangan dengan UU NO 22 tahun 2009 yang mengatur tentang ini. Selain itu, muatan kenderaan r4 sering melebih tonase yang diperuntukkan sesuai dengan kelas jalan, dan hal inilah yang perlu untuk dihentikan, agar jalan dapat awet.

Nah..peristiwa lucunya begini : pada saat anggota melihat ada seorang pengendara roda 2 atau sepeda motor yang tidak memakai helm, lalu timbullah adengan yang lucu

Petugas : selamat sore pak, maaf mengganggu, tolong kenderaannya di pinggirkan.

Pengendara r2 : Yah pak, lalu meminggirkan sepeda motornya. Apa salah saya pak ?

Petugas : Bapak tidak pakai helm, dan itu sudah melanggar peraturan atau undang-undang lalu lintas, baik UU no 14 tahun 1992 maupun yang terbaru sekarang, UU no 22 tahun 2009.

Pengendara : Terdiam dan tidak disangka, langsung memarkir kenderaannya di pinggir jalan dekat petugas, kemudian berlari dengan sangat kencangnya.

Petugas melihat si pengendara spd motor tadi langsung dengan gerak reflek mengejar si pengendara tadi, mungkin petugas curiga apakah si pengendara tadi membawa narkoba atau benda terlarang lainnya. Terjadi kejar-kejaran yang sangat seru dan dilihat oleh beberapa orang.

Lalu apa yang terjadi, rupanya si pengendara tadi, begitu sampai di suatu tempat yaitu tempat jualan tek wan, langsung ke dapur tempat masaknya, dan si petugas terkesima, dan agak menggerutu, sambil bertanya,

Petugas : bapak kog larinya kencang amat, seperti maling aja ...

Pengendara : Maaf pak, tadi saya teringat langganan saya, dan tadi juga baru belanja bahan baku, terus saya berlari agar pelanggan tidak pulang dan dapat dilayani.

Petugas : Dasar...he..he..he.. gue pikir bawa barang terlarang, rupanya mau masak tekwan, ampun deh......

Demikianlah cerita ini, bisa dibayangkan keluguan seorang pedagang tek wan yang berlari untuk memasak dan melayani pelanggang yang dikira petugas Polantas mau melarikan diri. Suatu cerita aneh tapi nyata.

Minggu, 17 Januari 2010

Perkawinan

Lembaga perkawinan sebenarnya adalah lembaga yang sakral yang merupakan wadah resmi untuk sepasang manusia laki-laki dan perempuan yang yakin membentuk sebuah rumah tangga yang sejahtera. Sesuai dengan UU No 1 tahun 1974 sudah diatur dengan sedemikian rupa tentang tata cara perkawinan, namun masih memiliki kekurangan terobosan hukum bagi warga negara Indonesia yang akan melangsungkan pernikahan dengan berbeda keyikan. Ini memerlukan pemikiran dan solusi yang progresip agar kekosongan hukum ini dapat di cari solusinya atau dengan kata lain perkawinan antar agama atau keyakinan diperbolehkan di negara ini bedasarkan penghormatan hak asasi manusia dan kalaupun tentang kepercayaan si anak, maka diserahkan pada si anak sendiri. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa memang itulah pelaksanaan yang mulia yang sesuai dengan hak asasi manusia, yang melihat manusia itu sebagai manusia yang setara, tanpa memandang asal usul, latar belakang dan lain-lain.

Hukum dibuat adalah untuk kesejahteraan manusia, bukan untuk memecah belah manusia apalagi untuk membuat tembok atau sekat perbedaan yang dapat menjadi akar masalah perpecahan bangsa. Kita harus dapat membuka mata, membuka hati dan membuka pikiran bahwa cinta itu tidak mengenal apapun dan siapapun. Cinta itu sangat mulia karena cinta kasih itu sendiri adalah ajaran hakiki dari agama manapun atau kepercayaan manapun. Tidak ada ajaran agama manapun yang menginstruksikan suatu yang merugikan orang lain. Dengan demikian, lembaga perkawinan antar dua individu yang secara dunia ini berbeda kepercayaan dapat diakomodir dengan terobosan hukum ini. Bukankah peraturan itu dibuat untuk kesejahteraan manusia?

Perlu terobosan baru tentang kekosongan hukum ini dan melaksanakan aturan yang lebih fleksibel dalam perundang-undangan kita agar rekat bangsa lebih kuat lagi dan saling menghormati antara agama dan kepercayaan lebih teraplikasi sehingga akan mengurangi prasangka sosial yang tidak perlu. Semoga.

Juara I Kelas 60 kg Kejurda KKI di Tarutung, TAPUT.

Ku coba mengingat kisah masa lalu yang kuukir dengan cukup banyak prestasi, baik itu dalam olahraga, pengetahuan maupun dalam semangat juang dalam hidup ini.

Yah... Kejurda atau kejuaraan daerah perguruan KKI tahun 1991 diadakan di Tarutung, tepatnya di gedung olahraga Tarutung. Tempat aku latihan dibawah kepemimpinan sempay rame simanjuntak terlihat meningkatkan porsi latihan sekaligus komite dalam rangka membawa nama kota Medan. penunjukan kota Tarutung mungkin berdasarkan animo masyarakat di sana yang cukup banyak menjadi anggota perguruan KKI. Aku juga ikut dalam pelatda yang dilakukan di jalan merbabu. Di gedung pemuda jalan merbabu itu kami ditemnpah dengan lebih intensif lagi, yang dulunya 2 kali seminggu latihan, ini bisa sampai 5 kali seminggu, wah bikin gempor juga neh.

Kelas yang aku ikuti adalah kelas 0-65 Kg, karena berat badanku waktu itu 63 Kg, berbeda dengan sekarang yang sudah hampir 70 Kg. Nah.. kelas ini sangat banyak peminatnya, karena memang berat badan pemuda Indonesia rata-rata di kelas 60-65 Kg. Kami berlatih Tsuki, maygeri, sampai variasi pukulan, dilanjut dengan kata beregu maupun perorangan serta terakhir dengan komite. komite dilaksanakan dalam satu kelas dan juga dengan kelas bebas atau semua berat badan. Ini sangat berat, karena kami menghadapi kelas berat yang dimiliki teman-teman yang badannya besar dan tegap-tegap, yah sudah dihadapi saja dengan resiko apapun, paling tulang biru atau bibir pecah.

Tibalah hari H kejurda KKI di Tarutung pada tahun 1991, kalau nggak salah bulan 12. Banyak sekali atlit yang ikut kejuaraan ini, mulai dari kodya medan, binjai, Dairi, Taput, labuhan batu, siantar, lubuk pakam, tebing tingg, dll. Aku masuk kelas 0-65 Kg dan kami dibagi dalam 4 pol dan masing-masing pol bertanding 6 kali untuk mengambil juara pol dan setelah itu berhadapan lagi dengan juara pol yang lain. Sangat lelah dan menguras energi. Tidak ada waktu untuk jalan-jalan di sekitar kota Tarutung waktu kejuaraan itu. Kami tidur di mess yang aku lupa tempatnya. Yah, kejuaraan itu sendiri dilakukan selama 3 hari.

Latihan yang kulalui di pelatda jalan merbabu kayaknya nggak sia-sia, karena aku dengan cukup mulus melaju dan mengalahkan atlit-atlit KKI dari daerah. Yang kuingat ada seorang teman dari sidikalang ata dairi yang cukup tangguh dan kayaknya kurang kontrol. Waktu kami komite, sama-sama melakukan giyako tsuki, dia tidak mengontrol pukulannya, dan mengakibatkab tulang rusuk kanan ku kena pukulan dan agak gembung sedikit, kulihat dan kuraba, bah...untung nggak patah, hanya naik atau bengkoki sedikit, kuurut habis pertandingan, dan kembali seperti biasa. Yah salah satu resiko yang harus kuhadapi.

Setelah mengikuti babak penyisihan, sampailah aku masuk pada final kelas 0-65 Kg dan menghadapi atlit tuan rumah, kalau nggak salah marga hutabarat. Lae itu masih juniorku, baik dari umur maupun dari teknik karate. Aku menghadapi dengan tenang dan lae hutabarat banyak berlari mengitari ring atau arena bertanding. Para penonton sangat banyak, penuh dan semua mendukung lae hutabarat, namun aku santai aja. Tidak banyak kendala yang kuhadapi dalam pertandingan final ini, hanya sorakan penonton yang kadang berelebihan, kalau aku mendapat point, bukannya di tepuki malah disorakin, fanatisme berlebihan. Yah sudahlah, akhirnya aku memenangkan pertandingan itu dengan 3 - 1 karena 3 kali aku mendapat wazari minus ipong.

Terakhir dalam kelas beregu putra, kami akhirnya mendapat juara 2 beregu putra, kalau nggak salah ranting kami, perumnas mandala (PLN perumnas mandala medan).

Aku melihat senyum sempay rame dengan prestasi ini, namun hanya satu yang kurang, yaitu tidak ada hadiah uang yang bisa kami gunakan untuk menambah gizi, hanya piala kecil yang kudapat dengan berpeluh keringat dan badan yang capek sekali.

Kebaktian minggu, 17 Januari 2010

Minggu pagi ini, jam 10.00 wib, aku mengikuti kebaktian minggu di gereja HKBP Kebun kelapa. Yang berkhotbah pagi jam 10 ini adalah bapak pendeta yang pernah katanya ditempatkan di hkbp kebun kelapa ini, hanya namanya tadi aku lupa, yah sudahlah yg penting aku ingat akan isi khotbah.

Kuamati, sudah mulai normal para pengunjung gereja atau jemaat yang hadir, artinya gedung memang penuh bagian dalam, namun di bawah atau di dekat parkir sepertinya tidak ada diisi jemaat, berarti, para handai tolan atau sanak saudara yang berlibur ke Jambi sudah pada pulang ke daerah asalnya melanjutkan sekolah atau pekerjaannya. Bangku tempelpun kulihat hanya diisi 5 orang. Namun di samping itu, ciri khas minggu ini, banyak anak-anak yang ikut hadir dan sepertinya suasana jadi tambah meriah dengan suara dan celoteh anak-anak ataupun tangis bayi yang ingin minum atau lagi mencari perhatian. Kulihat efek negatif kalau anak-anak berseliweran di dalam gereja, mengganggu khusuknya peribadatan dan kulihat juga beberapa bungkus permen dan makanan ringan berserakan dalam gereja, yah..gereja jadi kotor deh. Ini mungkin karena sekolah minggu belum buka, sehingga anak-anak bersama dengan orang tuanya ke gereja.

Thema minggu ini adalah : DIPASADA JESUS DO HITA DOHOT DEBATA AMA.

dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Yesus Kristus (Filipi 3 : 14).

Ada beberapa point yang kuingat dari khotbah pak pendeta, yaitu :

1. Kita harus lebih peduli tehadap orang sekitar atau orang lain sebagai wujud nyata bahwa kita sudah bersama dengan Allah.

2. Kalau berdoa, jangan hanya permintaan kita saja yang kita utarakan,m karena itu menunjukkan keegoisan diri kita. Tempatkan Tuhan dalam doa kita sebagai hal yang utama sehingga bukan hanya diri kita yang menjadi pusat komunikasi dengan Tuhan.

3. Doa bukan hanya proses komunikasi dengan Allah, namun lebih dari itu menunjukkan relasi yang erat antara manusia dengan Tuhan Allah.

4. Kalau disuruh berdoa semua harus bisa. Jangan menjadi parhata adat jago, namun diminta memimpin doa, mengelak. Ini menjadi tantangan bagi generasi tua yang menjadi parhata.

Hal yang menarik :

Bahwa memang betul, kalau dalam adat kita mampu berbicara panjang lebar, kog berbicara dengan Tuhan nggak bisa. Apakah adat bukan identik dengan aplikasi hukum Tuhan. Artinya para raja parhata, jangan mengelak dan menunjuk sintua yang ada jika diminta untuk memimpin doa karena berdoa adalah menunjukkan kedekatan kita dengan Bapa di Sorga. Mauliate.

Minggu, 10 Januari 2010

Kota Palembang

Hari sabtu, tanggal 2 Januari 2010, aku bersama keluarga yg juga marga siahaan di Jambi berangkat ke Palembang. Berangkat pagi, sekitar jam 8.00 dan lebih kurang 5 jam kemudian sudah sampai di Palembang city.

Perjalanan dimulai dari tempat kost ku dan menuju tempino, terus ke B.lincir, lanjut ke sungai lilin, betung dan sampai lah ke Pelembang. Honda jazz hitam yang kami tumpangi melesat dengan kencang di aspal jalan yang rata-rata mulus, walaupun ada sedikit yg agak rusak antara Jambi dan Palembang. Aku menyupir gantian dengan bapak David yang juga anggota Polri. Yah.. duo siahaan yang kompak menapaki jalan jambi palembang. Di daerah banyu lincir kami makan siang atau makan setengah siang, yah menu udang gala rebus, kerang rebus, sop ikan, dll. Wah..enak juga tetapi harga nya cukup terjangkau. Tidak terasa di jalan lintas timur ini, kami sampai dengan selamat di Palembang. Kami langsung mencari tempat istirahat atau tempat makan mie china. Kami telepon mr. anggiat siahaan yg lagi di kampungnya di kisaran untuk tahu jalan apa tempat makanan china. Nah.. dia kasih tahu di daerah sayangan, lewat Polda sumsel, terus ke simpang charitas dan belok kiri, sampailah kami ke daerah sayangan. Pak david serta keluarga dan saya memilih salah satu warung mie, dan pesan mie hun goreng, capcai dan nasi putih. Wah, makan lagi deh.

Sorenya kami jalan ke mall carefur sampai malam dan singgah dulu di rumah saudara pak david dekat Unsri untuk istirahat dan mandi. Yah, cukup lelah juga kami jalani jalan jambi palembang ini. Kami pun melanjutkan acara jalan-jalan pada malam hari sampai sungai musi. Wah.. indah nian sungai musi di malam hari dengan jembatan amperanya. Baru kali ini aku simpat singgah di kota Palembang dan melihat-lihat objek wisata kota Palembang sebagian kecil. Waktu jua yang tidak cukup, karena kami akan balik ke Jambi pada malam itu juga.

Hujan rintik-rintik mengantar kami kembali ke Jambi City. Suatu perjalanan yang cukup menarik, walaupun singkat. tq Tuhan, atas berkatmu.

Kamis, 31 Desember 2009

SELAMAT NATAL 25 DESEMBER 2009

WALAUPUN AGAK TERLAMBAT, SAYA MENGUCAPKAN :

SELAMAT NATAL 25 DESEMBER 2009 DAN
SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU, 1 JANUARI 2010

SEMOGA SUKSES, KESEHATAN, BERKAT BERLIMPAH BAGI KITA SEMUA. AMIN.