Senin, 20 November 2017

Ugal ugalan

Kemarim sore ada seorang pengendara naik spd motor tiba tiba keluar dari arah cluster perumahan masuk jalan raya dengan tiba tiba dan hampir tertabrak saya.
Diklakson malah nyolot... dikejar lari....

Manusia kardus spt ini pasti cukup banyak kita jumpai di jalan raya dan inilah faktor penyebab utama kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Mengemudi ugal ugalan, tidak punya etika berlalu lintas dan perilaku barbar lainnya.

Penilangan oleh Polantas secara massif memang masih diperlukan dan bila perlu ada cctv yang akan menjadi alat bukti penunjuk yang ampuh untuk menyadarkan pengemudi yang ugal ugalan.
Hati hati mengemudi di jalan raya.

Ambon MANISE...

Beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan Tugas luar sebagai asesor di Prop. Maluku, Ambon MANISE.


Pesawat Garuda yang membawa rombongan kami berangkat hari senin, tanggal 6 Nopember 2017 pas sesuai dengan jadual tiket...Hmmm..sesuatu yang berbeda mungkin dengan merek maskapai lainnya yang kadang delay tak karuan.
Lanjut...tibalah kami ke Pulau Ambon 3 jam kemudian, di Bandara Pattimura. Ini sesuatu yang aku impikan dan aku minta kepada Tuhan, agar satu persatu Propinsi se Tanah air bisa kutapaki, sebagai wujud dari kecintaanku kepada bangsa Ku Indonesia Raya. Sudah ada teman yang menjemput di Bandara. Kami di sambut dengan senyuman rama Nyong Ambon dan rekan nona manise. Suhu udara cukup pana, dan Pilot tadi menyampaikan temperatur atau suhu udara di Amob berkisar 31 derajat celcius. Lebih panas dari suhu Jakarta.
Kami menjalani rute menuju desa Passo tempat kami beraktivitas. Hotel Manisse adalah tempat kami menginap, cukup nyaman dan berada di kota Ambon.
Banyak kegiatan yang kami lakukan, terutama aku, sangat menyukai perjalanan yang menyugukan sesuatu daerah atau tempat yang berbeda. Kami menyempatkan diri ke pantai Liang, kemudian melihat "Belut" yang cukup besar di daerah " Wai ", selanjutnya beberapa tempat kami kunjungi di sela tugas dan waktu yang sangat sempit.
NUansa perdamaian terasa di kota Ambon dan banyak gereja yang cukup besar dan indah di kota Ambon dan juga mesjid dan rumah ibadah teman teman yang lain. Satu suasana yang harus kita jaga bersama untuk membangun bangsa ke depan.
Aku menyempatkan diri berfoto dan ada beberapa objek wisata yang luput dari rekaman foto Hp dan Tustelku. Ah.... nggak apa apalah...masih ada waktu untuk perjalanan dinas ke kota Ambon ini. Aku menyakini itu.
Satu perenungan melihat gereja gereja yang begitu indah di Kota Ambon...mengingatkan dan mengantarkan lamunanku kepada sang Khalik untuk mengingat dan mengagungkan NamaNya. Aminn...

Obat Pusing

Canda sore hari...
Kira kira seminggu yg lalu, aku habis berobat ke dokter di klinik yg ditanggung BPJS karena diare dan dikasih obat 4 macam, yaitu obat pusing, obat diare, anti biotik dan abat mual.
Tibalah petang hari mau malam... habis makan nasi dan teman temanny. Selanjutnya mau minum obat...terjadi percakapan...
Aku : Ma... ini obat kumakan sekarang yah yg dua kali dua... sambil menunjuk sejumlah obat yang kupegang.
Mama : Yah... makan aja pa... lihat mana yg dimakan sebelum makan dan mana yang setelah makan.
Aku : Nih... obat diare, anti biotik.... dan loh... ada obat pusing ma.
Mama : Yah udah... makan aja semua... sambil mata agak melotot karena terganggu nonton tv si uyak.
Aku : ... Ma... ini sebenarnya aku nggak pusing loh.... tapi berhubung lihat mama... kumakanlah obat pusing ini, biar tidak pusing lagi lihat mama. Aku minum obat itu semua, setelah selesai minum obat akupun tertawa ...haahah
Mama : Dasar loe yah.... sudah sakit....ngeledek pulak....
Diapun ikut tertawa di senja itu.
Itulah nuansa canda suatu sore hari.

Mengenal dan memahami eksistensi Tuhan Allah

Mengenal dan memahami eksistensi Tuhan Allah hanya dengan memakai Logika minus iman... sama saja dengan berlayar pada sebuah kapal tanpa kompas petunjuk arah.
Kapal berlayar tetapi tanpa tujuan yang pasti.

Paradoks

Ada yang paradoks bila aku membaca status di dumay ini.
Contoh spt ini : ada seseorang yang berbicara tentang NKRI, Pancasila dan bla bla bla... tapi mainstream nya NKRI yang berkhilafah...
Bah..... pusing aku membaca dan memaknai manusia yang menulis spt ini.
Kenapa ?
Bagaimana bisa dia mengatakan cinta NKRI dan cinta Pancasila padahal sikap dan pandangan hidupnya jauh dan bertolak belakang dengan nilai nilai dan hakekat Pancasila itu sendiri, yaitu mengakui keberagaman, kesetaraan, penghormatan perbedaan, persatuan, gotong royong, tidak diskriminatif, dll.
Sementara dalam tataran negara theokrasi khilafah.... nilai nilai diatas sama sekali tidak ada. Dalam negara khilafah sma saja dengan negara komunis.... di kelola oleh beberapa orang dalam satu wadah yang memonopoli kebenaran, hukum, politik dan sama sekali tidak menghormati perbedaan.
Diluar kelompok khilafah hanya ada budak budak atau warga negara kelas dua yang tidak memiliki hak yang sama dengan orang orang yang berideologi sesat itu.
Sejarah sudah mencatat pemberontakan komunis atau pki dan pemberontakan nii di tii / khilafah sudah mengganggu harmoni kehidupan bangsa kita ini.
Semoga kita semua sadar bahwa Indonesia adalah rumah untuk kita semua tanpa adanya perbedaan ata u diskriminasi.

Puisi : Salam untuk mu dewiku ....

Puisi : Salam untuk mu dewiku ....

Semburat mentari menghias pelangi
Jauh kupandang engkau dari sini..
Wahai Bidadari...
Sedang apakah disana...
Pesona raut wajahmu menghias dunia...
Hangat mentari.., mengantar ke peraduan malam..
Senja kan Turun, memandu alunan sang binatang malam..
Tidurlah wahai Dindaku dalam peraduanmu..
Peluklah malam dalam senyum teduh mimpimu...
Biarkan aku disini... dalam alunan melodi sunyi...
Ohhh...Dewi Siluetku... Engkau laksana bulu perindu..
Menggores kenangan kisah lalu...dalam langkah lakuku...
Malam terus berjalan dalam detaknya sendiri...
Pujangga sudah lelah meraih Rindu...
Untukmu...
Yah...hanya untukmu...

Rabu, 03 Mei 2017

Inilah Aku.

Panggil saja namaku Piter, atau Pit atau Bang JP.


Aku sangat menghargai yang namanya mahluk hidup, apalagi manusia, sehingga aku sangat bahagia berada di tengah komunitas yang mengutamakan kenyamanan dan harmonisasi kehidupan. Aku tidak memandang saudara itu dari mana, suku apa, agamanya apa, ras nya apa, dan perbedaan lainnya, karena aku sangat sadar bahwa seseorang terlahir itu adalah karena hak prerogatif Tuhan Yang maha esa, dan atau tidak ada ceritanya seseorang terlahir dengan proses tawar menawar atau bargaining antara dirinya dan Tuhan terkait status keberadaan orang tuanya. AKu sangat menghormati Hak Asasi Manusia. Itulah aku.


Aku sangat menolak kekerasan (kecuali karena tugas negara), aku menolak diskriminasi, agitasi, adu domba, issu hitam, politisasi agama, politisasi gelap dan seabrek perbuatan negatif lainnya, yang bermain main dan mengambil keuntungan diatas penderitaan banyak orang. Aku mengutamakan objektivitas dan berusaha menjauhkan subjektivitas, sehingga aku dalam perbuatan dan pikiranku memiliki standar hidup yang universal, yang mengutamakan kejujuran, profesional, kerja keras, mandiri, kreatif, gotong royong dan perbuatan baik dan benar lainnya.


Inilah aku kawan...


Pelangi itu indah karena banyak warna... hidup ini juga sangat indah karena kita berbeda. Jadi mari... kita bekerjasama dalam harmoni kehidupan menuju kebahagiaan bersama. Tuhan beserta kita. Amin.