Senin, 06 Februari 2017

Selamat hari minggu...

Selamat hari minggu saudaraku semua... selamat beribadah, semoga hubungan akrab pribadi pribadi dengan Tuhan Yesus semakin akrab dan berbuah dalam perilaku anak-anakNya.
Firman Tuhan diambil dari kitab injil 1 korintus 2, 6-16.
Hikmat dari Allah melampaui kecerdasan dunia ini. Terkadang atau sering kita sangat kagum dengan kecerdasan seseorang, baik itu penemu teknologi, para pakar hukum, pakar emonomi, politik dan lain lain.
Hasil teknologi dan ilmu pengetahuan membuat kita tercengang, misalnya melihat pesawat yg semakin kencang dan sampai ke atariksa, gedung gedung pencakar langit yang semakin tinggi, kereta api yang semakin cepat, obat obatan yg semakin cepat menyembuhan penyakit, dll.
Itu semua hasil kecerdasan manusia, namun itu semua sangat riskan jika jatuh ke tangan orang yang salah, orang yang tidak benar atau orang yg tidak bijaksana.
Teknologi hanya alat untuk mempermudah dan mempernyaman kehidupan manusia. Adalah sangat penting meiliki hikmad bijaksana dari Tuhan Yesus agar hasil teknologi itu tepat sasaran utk kesejateraan manusia bukan malah menjadi bencana.
Alkitab sudah menceritakan bagaimana raja salomo memintta hilmad bijaksana dari Allah untuk meecahkan misteri dua orang ibu yang memperebutkan seorang anak. Kedua ibu sama sama ingin memiliki anak yg hidup padahal salah seorang ibu adalah ibu palsu yang anaknya suda mati dan mengaku ngaku anak ibu yang lain yang masih hidup.
Misteri itu terjawab karena raja Salomo diberi hikmad bijaksana dari Allah dengan cara akan membagi dua anak bayi tadi utk dipotong. Ibu yang palsu yg kasih sayangnya sebatas palsu mengiyakan pembagian dua anak bayi tadi.. tetapi ibu kandung atau asli yang sangat mengasihi anak nya tidao mau dibagi dua... dia sangat sayang kepada anakNya dan dengan rela menyerahkan anaknya dipelihara ibu palsu tadi dari pada ananya mati dibela dua.
Akhirya raja Salomo mengetahui ibu sebenarnya dari jawaban kedua ibu tsbt. Maka diserahkan lah anak bayi itu pada ibu yang sayang yang menyerahkan anaknya pada ibu yg palsu tadi... dan seterusnya ibu palsu mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
Banyak lagi hikmad kebijaksanaan dari Allah yang melampaui pikiran cerdas manusia atau pikiran licik manusia. Ingat Yusuf yang mengartikan mimpi firaun sehingga dia dingkat anak oleh firaun dan menjadi tangan kanan firaun.
Kecerdasan itu perlu namun lebih penting hikmad bijaksana agar arah kehidupan dapat bermanfaat bagi orang lain dan bukan menjadi mudarat bagi sesama.
Tuhan yesus memberkati. Amin.

Selasa, 24 Januari 2017

Komunikasi dengan Tuhan Allah

Selamat pagi saudaraku semua, semoga semua dalam keadaan sehat dan semangat.
Dosa itu ibarat sarang laba-laba, dimana manusia sadar atau tidak sadar, telah tertutupi hati dan pikirannya dengan nilai kebenaran dan kasih Allah. Ibarat sarang laba-laba, dosa menghambat mata hati, mata batin, roh kudus dalam hati manusia untuk berkomunikasi dengan Khaliknya.


Komunikasi yang terhambat oleh dosa tadi seharusnya diperbaiki dengan menghapus sarang laba-laba tadi, sehingga terciptalah relasi atau hubungan yang jelas, baik dan benar antara manusia dengan Tuhan Allah.


Mari... tetap setiap hari... berusaha menghapus dosa dosa (sarang laba-laba) sehingga kita tidak terjebak pada kesalahan yang terus menerus dan seakan akan menjadi satu kebenaran.
Tuhan beserta kita.

Hikmad berulang tahun

Tadi malam aku menghadiri perayaan Ulang Tahun Ito Evelyn Napitupulu.
Khotbah amang Pdt. Rahmad Lumban Tobing :


Intinya adalah... semakin bertambah usia kita, maka semakin dekat jarak kita menghadap ke sang Khalik. Maka... sepantasnya lah, semakin dekat kita ke Surga... maka kita semakin mengenal Tuhan, memahami Pribadi Tuhan Yesus dan semakin benar cara berpikir, berperilaku, berkata-kata dan harus bisa menjadi berkat bagi orang lain.


Satu renungan yang sarat arti.
Morning saudaraku semua.

Kuasa ibarat pedang bermata dua

Selamat pagi saudaraku semua, semoga dalam keadaan sehat, segar dan siap memberikan yang terbaik dan benar bagi sesama.
Markus 10 : 42-43.
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata : " kamu tahu bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian diantara kamu. Barang siapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu."


Jelas dikatakan Tuhan Yesus, kita sebagai anak Tuhan harus berbeda dengan mereka yang belum mengenal Tuhan, yang dapat memerintah dengan tangan besi, kejam dan tanpa perikemanusiaan. Kekuasaan menurut Tuhan dipandang sebagai cara untuk melayani sesama, bukan untuk menista atau bahkan berbuat kejam bagi orang lain.
Kekuasaan ibarat pedang bermata dua, bila jatuh kepada orang lalim, dan tidak mengenal Tuhan, maka kekuasaan akan menjadi cara berbuat sewenang-wenang, korupsi, menindas, menjolimi, feodal, berbuat curang, tidak peduli pada orang lain, diskriminaif dan perbuatan perbuatan negatif lainnya.
Namun sebaliknya, jika kekuasaan berada di orang yang mengenal Tuhan Yesus dan mau berbuat seperti apa yang difirmakanNya, maka kekuasaan itu akan berwujud pada perbuatan melayani, tidak korupsi, peduli terhadap orang lain, berbuat benar sesuai dengan hukum dan norma yang ada, adil, tidak diskriminasi, merakyat/tidak feodal, tidak menindas, tidak berbuat kejam kepada orang lain dan perbuatan perbuatan benar lainnya.


Demikianlah, kewajiban orang perorang dalam memilih pemimpin yang akan berkuasa di daerah masing-masing, hendaklah mengenal dan memahami karakter atau sifat dasar calon pemimpinnya. Pilihlah pemimpin atau orang yang akan memimpin dengan sikap dan perilaku jujur, melayani, tidak diskriminasi, peduli terhadap orang lain, bukan penebar janji tanpa bukti, dan perbuatan benar dan baik lainnya.


Ingat, di negara demokrasi seperti Indonesia ini, kekuasaan itu berada di tangan rakyat (demos dan cration), yang dijalankan atau dilegalisasi dengan pelaksanaan Pemilu yang jujur dan adil. Jangan takut dengan ancaman dan tantangan, tetapi takutlah kepada Tuhan. Jangan menerima suap atau pemberian berupa uang atau benda benda lainnya, karena itu akan di jadikan alasan pemimpin tersebut untuk melakukan korupsi dan mengembalikan uang suap yang telah ditaburnya. Jangan terbuai dengan janji-janji semu, karena kita hidup bukan dalam janji manis bak fatamorgana, kita hidup dialam nyata yang berdasarkan kinerja dan berdoa atau ora et labora.


Jadi... pilihlah pemimpin yang akan berkuasa dengan sifat melayani, bukan berbuat kejam bagi sesama. Salah memilih pemimpin akan berakibat fatal 5 tahun ke depan (mis. uang rakyat/APBD, dikorupsi secara berjamaah, dll dan akan menyengsarakan rakyat banyak). Andai kita cuek dan tidak mau memilih dalam Pemilu dengan landasan/cara berpikir tidak ada manfaatnya secara langsung ke kita (pragmatis), maka sikap cuek ini akan menjadi bumerang dan penyesalan, karena jika selisih satu suara saja, dan itu mungkin karena suara kita tidak ada dan kemudian kuasa jatuh kepada orang yang lalim dan korup, maka lima tahun ke depan akan menjadi mimpi buruk bagi rakyat banyak, terutama bagi orang yang tidak melaksanakan hak pilihnya tadi.


Jangan cuek, jangan salah pilih, datanglah ke bilik pemungutan suara dengan hati gembira dalam Tuhan. Cek nama kita dalam daftar pemilih sesuai KTP kita dan pastikan nama kita tercantum dalam daftar pemilih tadi. Kalau tidak ada, tanyakan kepada RT, RW, Lurah, Camat dan panitia Pemilu yang ada. Vox Populi, Vox Dei, suara Rakyat adalah suara Tuhan. Kita semua menjadi alat Tuhan untuk memilih pemimpin yang Takut akan Tuhan.


Tuhan Yesus beserta kita.

MENINGKATKAN PARTISIPASI

Seiring dengan kemajuan jaman yang menuntut tiap-tiap individu berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terikut jugalah sifat individualistis yang menjadi efek samping dari persaingan tadi. Masing-masing manusia terkadang tidak peduli dengan manusia lainnya yang dianggap sebagai saingan, bukan mitra atau kompetitor. Dengan kemandirian individu tadi, sifat kerjasama mulai bergeser dari hati dan pikiran serta perbuatan manusia, juga di Indonesia. Ketidakpedulian terhadap sesama semakin muncul di tengah semakin sulitnya pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup. Akibatnya banyak orang yang curiga pada orang lain, banyak orang yang susah percaya pada orang lain, banyak orang yang enggan bekerjasama dengan orang lain, dll. Hal ini bukan hanya terjadi di tengah masyarakat, juga terjadi di tengah keluarga dekat.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Masalah diatas bisa tejadi karena :

1. Kurangnya waktu berkomunikasi antara individu di sekitar lingkungannya. Dengan tingkat kesibukan bekerja yang semakin tinggi, yang bisa diakibatkan oleh jauhnya jarak tempuh antara kantor dan rumah tinggal, membuat setiap orang kurang memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan orang lain di sekitarnya.

2. Semakin mandirinya tiap-tiap individu. Seseorang akan lebih senang mandiri di dalam kehidupannya tanpa bantuan orang lain, sehingga dia tidak memerlukan orang lain dalam hidupnya. Dengan kemandirian itu, sifat ketergantungan akan manusia lain akan berkurang yang membawa dampak kurangnya juga saling memahami antar pribadi.

3. Sifat dasar yang egoistis. Setiap manusia di dalam kejiwaannya memiliki nilai-nilai yang sesuai norma yang berlaku dan juga sebagian ada yang berbakat menyimpang. Sifat egois juga perlu dalam persaingan hidup agar lebih semangat dan memiliki daya juang tinggi untuk meraih sukses, misalnya dalam cabang olahraga individu (lari sprint, dll). Sifat yang menyimpang dari norma sosial sedikit banyaknya membawa dampak pengucilan dari masyarakat lain.

4. Pengaruh didikan dari orang tua yang melakukan proteksi kepada anaknya dalam bersosial membuat si anak pada masa dewasanya kesulitan untuk memahami orang lain.

5. Sangat sibuk dalam hal menuntut ilmu, sehingga keterampilan bermasyarakat tidak atau kurang berkembang, membuat individu tadi mengalami gangguan dalam pergaulannya.

6. Sombong. Seseorang yang mengidap gangguan jiwa yang berciri menganggap dirinya paling pintar di banding orang lain, dan juga mengganggap orang lain semua di bawah dia, bisa berefek negatif.

Apakah dampak dari sifat individualistis diatas?

1. Timbulnya prasangka sosial yang membuat masing-masing individu mencurigai pihak lain. Pepatah mengatakan : tidak kenal maka tidak sayang (walaupun tidak 100% benar). Karena masing-masing individu tidak saling kenal, maka pemahaman atas keinginan dan kemauan masing-masing pihak susah dihubungkan, sehingga dapat mengakibatkan terhentinya komunikasi atau terhambatnya komunikasi.

2. Susah bekerjasama. Dengan tidak mengenalnya karakter atau kepribadian masing-masing pihak, maka sulit timbul kepercayaan. Dengan kurangnya atau tidak ada kepercayaan, maka akan sulit bekerjasama dalam suatu kegiatan.

3. Timbul persaingan tidak sehat. Tiap-tiap pihak atau individu yang saling curiga dapat meningkat menjadi saling menjatuhkan dengan berbagai issu yang tidak jelas. Semua tindakan atau prasangka tadi dapat melanggar asas hukum pra duga tak bersalah atau dengan kata lain, kalau orang yang tidak dikenal dan tidak mau mengenalkan diri dapat dijadikan tersangka pelanggar etika atau norma.

Upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kerjasama :

1. Giatkan komunikasi. Wadah untuk saling berkomunikasi menjadi tempat yang sangat tepat untuk mengenali masing-masing individu. Dengan adanya interaksi yang intens akan membawa dampak pengenalan diri, sehingga akan menimbulkan keakraban, dalam hal ini dibutuhkan untuk saling mengkritik dengan santun dan saling mau mengkoreksi dan dikoreksi, misalnya masuk punguan-punguan di gereja atau keluarga.

2. Hilangkan sekat-sekat kesombongan diri, dengan melabelkan diri di atas orang lain. Jadilah garam yang dapat memberi rasa tanpa merubah warna.

3. Tidak under estimate kepada orang lain dan sebaliknya juga tidak rendah diri dengan lingkungan. Sikap yang wajar, jujur dan seadanya adalah modal komunikasi untuk saling menimbulkan kepercayaan.

4. Memiliki integritas kepribadian yang luhur, dan menjauhkan sikap munafik dan mau menang sendiri.

5. Keterbukaan yang wajar dan saling menghargai, membuat timbul kepercayaan. mengambil peranan yang aktif untuk membuka diri dan menjalankann komunikasi dengan orang lain, membuat orang semakin nyaman berada di sekitar kita.

6. Menjadikan kepercayaan sebagai nilai utama untuk dapat bekerjasama dengan orang lain dalam bidang dan hal apapun.

7. Tidak kaku dalam bersosial, misalnya membatasi waktu yang telalu ketat atau ekstrim dalam hal berkomunikasi. Sedikit toleransi terhadap kehangatan komunikasi di suatu waktu membuat kita dipandang menghargai orang lain.

8. Jangan menolak kedatangan orang lain, karena kalau orang lain datang ke rumah kita dan mau berkomunikasi, itu pertanda orang masih percaya dan menghargai kita. Tetapi kalau orang sudah tidak mau datang ke rumah kita apalagi enggan berbicara dengan kita, maka itu pertanda ada kekurang harmonisan hubungan kita dengan orang lain. Tamu adalah raja "(tamu yang tahu diri)".

Test nulis lagi

Sudah lama nggak nulis, masih sibuk ngikuti pendidikan profesi saya.... ini mau test nulis lagi ah.....

Judul Aneh

Sudah 2 bulan ini, aku mengikuti pendidikan pengembangan profesi. Banyak sudah kelakuan teman yang kulihat dan terkadang membuat lucu. Tugas-tugas yang segerobak ditambah lagi kegiatan rutin yang harus diikuti mulai pagi hari sampai larut malam membawa penekanan jiwa bagi peserta pendidikan.

Peristiwa lucu atau ide-ide lucu yang telah dilontarkan teman-teman karena pusingnya antara lain membuat judul Karya Ilmiah yang aneh-aneh, misalnya :

"Pengaruh beban tugas terhadap nafsu makan dan turunya berat badan",

"Pengaruh banyaknya tugas terhadap jumlah uban atau rambut putih di kepala", atau

"Hubungan pola kehidupan dengan kualitas ngantuk di kelas".

Ini semua membuat saraf geli